Youth Leads for a Change

FAQs

Frequently Asked Questions

.

.

.

- Halo Masbro & Mbaksis. Nanya dong. Sering denger deh tentang GYC. Eksis gitu deh. Sebenarnya GYC apa sih? 

GARUDA Youth Community (GYC) merupakan organisasi pemberdayaan kepemudaan yang bergerak di bidang konservasi dan penyelamatan lingkungan melalui aksi kampanye & propaganda, riset & pengembangan, dan proyek pemberdayaan masyarakat (community empowerment) berbasis kewirusahaan berwawasan lingkungan (social enterprise).

.

- Berhubung bawa-bawa nama ‘Garuda’, jangan-jangan GYC organisasi yang disokong partai berlambang Garuda itu ya? Atau program sosialnya salah satu maskapai penerbangan nasional? Denger-denger rumornya sih gitu. Ngaku aja deh!

Wah, itu sama sekali tidak benar. GYC bergerak secara independen, nirlaba dan dijalankan keseluruhan oleh anak muda. GYC tidak terafiliasi dengan badan/lembaga manapun dan juga tidak memiliki orientasi politik.

.

- Terus tujuan didirikannya GYC apa dong? 

GYC berdiri dengan tujuan untuk mengasah kepekaan dan meningkatkan partisipasi anak muda Indonesia dalam melakukan perubahan melalui pengembangan potensi, bakat, dan kemampuan yang disalurkan dalam bentuk proyek pengabdian masyarakat dan lingkungan yang difokuskan di tiga lini pergerakan: edukasi (pendidikan), advokasi (kampanye) dan teknologi (engineering).

Dengan melakukan kegiatan berlandaskan pada tiga pilar pergerakan tersebut, GYC berharap dapat mewujudkan impian menjadi pionir sekaligus platform pemberdayaan anak muda Indonesia untuk mewujudkan pencapaian MDGs dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui program-program sosial yang dilakukannya saat ini.

.

- Iiih, keren ya. Terus… terus… gimana sih asal mula terbentuknya komunitas ini?

GYC didirikan oleh David Immanuel Sihombing (@davidsihombing) pada tanggal 2 Februari 2010 di Universitas Indonesia (UI). Awalnya, GYC berdiri sebagai komunitas mahasiswa UI yang fokus dalam mengkampanyekan gaya hidup hijau di lingkungan kampus.

Di awal tahun pertama pembentukan, beragam program telah dilakukan baik taraf lokal maupun nasional, seperti Fun Bike, Pameran Karya Daur Ulang Limbah, Festival Hari Bumi, Konferensi Nasional Lingkungan bekerjasama dengan UNS dan Pemerintah Kota Solo, serta Lomba karya Tulis Ilmiah Nasional “Penataan Jakarta sebagai Water Front City Berwawasan Lingkungan” bekerjasama dengan Jakarta Water Front City Research Centre dan Universitas Indonesia (UI).

Setelah setahun berjalan, GYC mulai mengembangkan sayap ke ranah lebih luas: nasional. Kini, GYC telah memiliki perwakilan di 25 universitas di seluruh Indonesia dan cabang di tiga kota besar: Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Saat ini, beberapa kota-kota lainnya sedang dalam tahap proses inisiasi untuk menjadi perwakilan GYC yang baru.

.

- Kewl! Emang anggota GYC yang sekarang dari kampus mana ajah?

Anggota GYC berasal dari beragam institut/universitas, seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Tarumanegara (UNTAR), Sampoerna School of Education, Universitas Bakrie, Sekolah Bisnis PPM, Universitas BINUS, Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Gunadarma, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan masih banyak lainnya. Kini, GYC pun hadir di tiga kota, Jakarta, Bandung, dan Surabaya serta direncanakan pula hadir di kota-kota lainnya.

.

AKTIVITAS GYC

- Ngomong bercucu ngomong, kalian pada ngapain aja sih di GYC? Trek-trekan di jalan ya? Atau sekedar ngopi-ngopi cantik di mall mentereng biar eksis jaya?

Wah… buat kisruh atau keributan sudah bukan zamannya lagi. Sekarang, anak muda yang keren justru mereka yang aktif melakukan kegiatan sosial – di samping menimba ilmu di sekolah/tempat kuliah, membayar pajak, dan berbakti kepada orang tua serta nusa dan bangsa.

Nih, kami kasih tahu ya.. GYC punya beragaman program konservasi dan penyelamatan lingkungan yang dijalankan melalui aksi kampanye & propagandariset & pengembangan, dan proyek pemberdayaan masyarakat (community empowerment) berbasis kewirusahaan berwawasan lingkungan (social enterprise).

.

- Oh ya? Kedengernya seksi deh. Emang kayak gimana sih detailnya? Cerita dooonggg…

1) Community Empowerment & Social Enterprise

Untuk kegiatan social enterpise, GYC memiliki sebuah desa binaan yang terletak di kawasan pinggiran Jakarta. Tahu Cilincing kan? Jangan cuma tahu kerangnya aja! Walau daerah pantai, jangan pernah berpikir untuk berbikini ria disana. Yang ada, kamu bakal nemuin tumpukan limbah kulit kerang yang merusak daerah pinggir pantai – bahkan sangking menumpuknya bikin bibir pantai tergerus dan Viola! terciptalah daratan baru dari limbah kerang yang kini telah berkembang menjadi lokasi hunian bagi warga sekitar.

Laut Cilincing yang kaya akan keanekaragaman laut telah memberi rantai penghidupan bagi masyarakat sekitar. Meski pun demikian, masih ada hal-hal yang belum menjadi perhatian masyarakat dan publik akan tempat tinggal daerah setempat. Penanganan limbah kulit kerang dan berbagai hasil buangan masyarakat belum selaras dengan pemanfaatannya.

Ratusan kilogram kulit kerang yang dihasilkan setiap harinya dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan yang seharusnya ada. Reklamasi yang terjadi sejak tahun 1980-an adalah bukti dari kelalaian dan ketidakpedulian terhadap sampah yang terus hanya dibiarkan menumpuk. Padahal limbah kulit kerang tersebut bisa diolah kembali menjadi suatu barang yang bernilai fungsional dan ekonomis. Ribuan lalat memenuhi udara perkampungan Cilincing akibat limbah yang kurang menjadi perhatian. Ratusan rumah kecil dibangun di atas tumpukan kerang di tepi laut. Anak-anak pun menjadi korban karena kurangnya perhatian terhadap pendidikan dan pemeliharaan kesehatan dari permasalahan sosial yang ada di kawasan ini.

Nah, disini GYC datang dan menjalankan program kewirausahaan berbasis pemberdayaan masyarakat berjangka panjang. Program ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian dan peningkatan taraf kualitas hidup masyarakat desa Pondok Bambu, Cilincing yang berkelanjutan dengan mewujudkan kegiatan usaha skala kecil menengah berbasis potensi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat selama 3 tahun (2012 – 2015).

Bentuk pemberdayaan yang dilakukan GYC untuk kelompok masyarakat di Pondok Bambu Cilincing berbasis pada kegiatan kewirausahaan dengan mengandalkan potensi lokal yaitu sumber daya alam di lokasi sekitar berupa produksi kerang yang berlimpah dan ketrampilan warga setempat dalam mendayagunakan kulit kerang menjadi kerajinan tangan.

Berangkat dari potensi ini dan berlandaskan pada tujuan kegiatan yang telah dijabarkan di halaman sebelumnya, GYC telah memulai sebuah kegiatan pembinaan sekaligus pemberdayaan masyarakat yang dinamakan kelompok binaan “Kreasi Laut” dengan tiga program berikut:

Berangkat dari fungsi kehadiran bank di tengah masyarakat sebagai lembaga intermediasi dan penyimpanan uang, GYC mengadopsi sistem tersebut dan mengembangkannya ke dalam sebuah program penampungan sampah berbasis insentif ekonomi yang dinamakan “Bank Sampah Kreasi Laut”.

Melalui badan usaha ini, warga dapat memperoleh insentif tambahan dengan menukarkan limbah kulit kerang dengan sejumlah uang tunai berdasarkan satuan massa limbah kulit kerang yang dikumpulkan.

Setelah limbah kulit kerang dikumpulkan, selanjutnya kelompok binaan ‘Kreasi Laut’ ini melakukan pemberdayaan limbah menjadi material utama untuk pembuatan produk-produk kerajinan dan kesenian. Saat ini, kami telah memanfaatkan potensi sumber daya alam ini untuk memproduksi: kotak tisu, tirai, ornamen/pajangan rumah, dan aksesoris wanita, seperti: kalung, gelang, dan bandana.

Nah, jadi warga dapat insentif lagi dari hasil penjualan kerajinan – selain dari kegiatan usaha “Bank Sampah”.

Untuk menjamin pemberian insentif yang diberikan kepada peserta pembinaan memberikan manfaat baik untuk perbaikan taraf hidup keluarga dan dapat berkelanjutan, GYC menjalankan program “Microinsurance”. Program ini dimaksudkan agar keuntungan yang diperoleh warga dari program “Bank Sampah” dan “Usaha Kerajinan Kulit Kerang” dapat disalurkan untuk solusi atas kebutuhan biaya untuk dana pendidikan anak maupun kesehatan seluruh anggota keluarga sekaligus tabungan di jangka panjang.

Itu dia program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan GYC saat ini!

.

2) Campaign & Propaganda

Berbicara tentang advokasi dan kampanye, secara khusus, GYC mempropagandakan dua isu unggulan, yaitu: “Konsumen Cerdas” dan “Kampus Hijau”.

“Konsumen Cerdas” merupakan program GYC yang berbasiskan kampanye online. Program ini hadir melalui situs (weblog) dan akun di jejaring sosial Twitter untuk mengisi kebutuhan terhadap sumber informasi mengenai produk maupun jasa yang beredar di Indonesia. Situs ini akan memuat informasi mengenai jejak karbon, siklus sosial, hingga kisah di balik proses manufaktur dan distribusi produk-produk yang beredar di pasaran.

Kedepannya, kampanye perlindungan konsumen “Konsumen Cerdas” tidak hanya dihadirkan dalam bentuk situs dan akun di jejaring sosial, namun juga dalam bentuk on air talkshow di radio, dan publikasi artikel di sejumlah media cetak lokal dan nasional.

Selain “Konsumen Cerdas”, GYC juga mempopulerkan kampanye “Kampus Hijau”. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perguruan tinggi dalam melakukan konservasi dan penyelematan lingkungan kampus masing-masing. Kampanye ini dihadirkan dalam bentuk online yaitu situs dan akun di jejaring sosial Twitter serta bentuk offline, yaitu pengadaan perhelatan konferensi nasional yang digelar pada tanggal 26 – 28 November 2010 di UNS, Solo.

Dalam melakukan kampanye dan sosialisasi isu-isu diatas, GYC pun menerbitkan newsletter setiap bulan dimulai dari bulan Agustus 2011. Penerbitan newsletter ini mendapatkan sambutan sangat baik oleh seluruh kalangan. Belum lebih dari 3 minggu pasca penerbitan, newsletter telah dilihat oleh lebih dari 300 orang.

Selain menerbitkan newsletter bulanan, GYC juga aktif menerbitkan artikel di sejumlah media cetak, seperti Media Indonesia, Kompas, dan The Jakarta Post dan melakukan sosialisasi di beberapa radio ibukota.

.

3) Research & Development

Untuk kategori riset, GYC sedang fokus untuk melakukan dua kajian penelitian, yaitu pengolahan limbah kulit kerang menjadi produk kerajinan tangan dan aksesoris wanita serta pendayagunaan limbah kulit jeruk menjadi sabun mandi ramah lingkungan.

Riset ini sejalan dengan bentuk pengabdian masyarakat (community empowerment) yang akan dijalankan GYC di daerah Pondok Bambu, Cilincing, dimana sebagian masyarakat di daerah tersebut menggantungkan hidup dari hasil budidaya kerang hijau.

Selain itu, GYC sendiri juga mengadakan program pengembangan kompetensi dan kapabilitas bagi anggota-anggotanya melalui program rutin setiap bulan yang dinamakan ‘GUYS’: (G)YC (U)pgrades (Y)our (S)kills.

GUYS merupakan program pelatihan dan pemberdayaan potensi dan bakat untuk kru besar GYC yang diadakan oleh divisi ‘Human Resources’ (HR) setiap bulannya bersamaan dengan Monthly Meeting. Di setiap edisinya, GYC mengangkat tema yang tentunya unik dan beragam!

Beberapa nama-nama tersohor, seperti: Leonardo Kamilius (Pendiri Koperasi Kasih Indonesia), Yunus Kuntawi (Pakar Social Media), juga bahkan dari praktisi seperti Nanang Siswanto (Senior Brand Manager, PT Unilever Indonesia Tbk) pernah mengisi GUYS di edisi sebelumnya lhooo. *bangga :’)

Gimanaaa… kegiatan GYC seru-seru kan? :D

.

STRUKTUR ORGANISASI GYC

- Waahh, aktivitas seru-seru ya! Aku jadi tertarik untuk gabung deh. Tapi aku masih bimbang gulita nih, orang keren, eksis, dan ngehits kayak aku cocoknya gabung di program GYC yang mana ya?

Siapapun, tanpa terkecuali, tentu bisa bergabung! Kamu tinggal pilih kegiatan mana yang sesuai dengan talenta dan passion kamu. Nih, kami beritahu ya divisi-divisi apa saja yang ada di GYC:

Program (PG)

Divisi PG merupakan eksekutor kegiatan  pengabdian masyarakat (community empowerment) yang dijalankan GYC di daerah Pondok Bambu, Cilincing. Kegiatan ini dilakukan rutin 1 minggu sekali di Kampung Pondok Bambu, Cilincing dan melibatkan sekitar 8 Ibu Rumah Tangga untuk bergabung dalam kelompok binaan GYC yang dinamakan: “Kreasi Laut”

Disini, GYC menjalankan program social enterprise melalui pemberdayaan limbah kulit kerang hijau yang selama ini tidak diberdayakan oleh masyarakat setempat. Diharapkan, program social enterprise berbasis community empowerment ini mampu ewujudkan kemandirian dan peningkatan taraf kualitas hidup masyarakat desa Pondok Bambu, Cilincing yang berkelanjutan dengan mewujudkan kegiatan usaha skala kecil menengah berbasis potensi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat selama 3 tahun ke depan (2012 – 2015).

Perkembangan saat ini, GYC telah memulai produksi hasil daur ulang menjadi aksesoris wanita (bando, kalung, anting, gelang, dsb), kotak tisu, vas bunga dan kreasi lainnya dalam bentuk satuan. Kedepannya, GYC siap membangun sistem pemasaran dan pengelolaan keuangan yang handal agar kegiatan ini bisa berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan bagi penduduk lokal di kampung tersebut.

Divisi ini sangat cocok bagi kamu yang hobi berpergian, senang bertemu orang baru, dan tertarik untuk melakukan kegiatan pengabdian sosial.  Kamu bisa merasakan manfaat berbagi dengan sesama secara langsung dengan mengikuti program ini – bahkan bisa mengasah kemampuan kamu dengan mengaplikasikan ilmu bisnis, pendidikan, dan pemasaran dalam eksekusi program kewirausahaan kerajinan limbah kulit kerang ini!

.

Research & Development (R&D)

R&D memiliki tugas untuk melakukan riset untuk menghasilkan inovasi baru maupun pengembangan dari teknologi/teori/terapan yang sudah ada dalam kaitan terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan untuk mencapai salah satu poin dalam 8 Millineum Development Goals. Saat ini, R&D berfokus untuk (1) mengembangkan inovasi dalam mendayagunakan limbah kulit kerang hijau menjadi produk unggul berkualitas tinggi; (2) melakukan kajian inovasi dan pengembangan di bidang sosial dan teknologi yang terkait dengan isu lingkungan. Sebagai organisasi anak muda independen, GYC turut berkontribusi dalam menyumbang pikiran dengan mengeluarkan “statement” setiap bulannya yang berisi opini GYC terhadap isu lingkungan maupun kepemudaan yang merebak, baik skala nasional maupun multi-nasional.

Selain itu, R&D juga menjadi kontributor informasi untuk salah satu program kampanye GYC yang kini menjadi pusat informasi, kolaborasi & interaksi seluruh elemen konsumen Indonesia untuk mengetahui kebenaran produk, yaitu: @KonsumenCerdas (kunjungi laman -> Konsumen Cerdas). Tim R&D menyaring informasi yang beredar di media massa dan mempublikasi ulang dalam situs dan jejaring sosial kampanye ini di Twitter agar berita ini bisa diketahui lebih luas oleh seluruh konsumen Indonesia!

Divisi ini dibuka untuk kandidat dari berbagai daerah di Indonesia tanpa pengecualian yang memiliki bakat dan minat tinggi untuk melakukan penelitian ilmiah dan kajian literatur.

.

Finance (FC)

FC menjadi divisi yang menggerakan peran GYC sebagai CSR Consultant. Tim Finance dibentuk menjadi consulting agent service bagi perusahaan negeri maupun swasta dalam memberdayakan program CSR-nya. Dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan GYC yang beragam dan telah berjalan di tengah-tengah masyarakat luas, GYC akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak instansi negeri/swasta (yang bersih dari pelanggaran sosial dan lingkungan) untuk berinvestasi di GYC dengan menanamkan dana CSR untuk pengembangan kegiatan-kegiatan GYC: community empowerment, research, campaign, dan events lainnya.

Selain itu, tim FC juga bertanggung jawab untuk kelangsungan unit bisnis GYCycle ini. Dari hasil studi kelayakan R&D, tim Program menjadi eksekutor produksi dan berikutnya menjadi tanggung jawab FC untuk mengatur keberlanjutan bisnis ini, dari pemasaran, penjualan, dan perhitungan laba – rugi bisnis.

Divisi ini pas buat kamu yang memiliki kompetensi atau keahlian strategi manajemen keuangan dan berpengalaman dalam bidang pemasaran.

.

Marketing Communications (MARCOMM)

Divisi ini menjadi pelaksana kegiatan kampanye dan propaganda yang dijalankan GYC. Ada 2 fokus kegiatan kampanye yang dilakukan GYC saat ini:

1) KonsumenCerdas

“Konsumen Cerdas” merupakan program GYC yang berbasiskan kampanye online. Program ini hadir melalui situs (weblog: lihat sini) dan akun di jejaring sosial Twitter (lihat sini) untuk mengisi kebutuhan terhadap sumber informasi mengenai produk maupun jasa yang beredar di Indonesia. Situs ini akan memuat informasi mengenai jejak karbon, siklus sosial, hingga kisah di balik proses manufaktur dan distribusi produk-produk yang beredar di pasaran.

Kedepannya, kampanye perlindungan konsumen “Konsumen Cerdas” tidak hanya dihadirkan dalam bentuk situs dan akun di jejaring sosial, namun juga dalam bentuk on air talkshow di radio, dan publikasi artikel di sejumlah media cetak lokal dan nasional.

2) Forum Kampus Hijau Indonesia

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perguruan tinggi dalam melakukan konservasi dan penyelematan lingkungan kampus masing-masing. Kampanye ini dihadirkan dalam bentuk online yaitu situs dan akun di jejaring sosial Twitter (lihat sini) serta bentuk offline, yaitu pengadaan perhelatan konferensi nasional yang digelar pada tanggal 26 – 28 November 2010 di UNS, Solo. Ssstt… di tahun 2012 ini, kami dan partners akan menggelar konferensi lanjutan di Bandung lho!

Dengan adanya keanggotaan GYC dari berbagai kampus di banyak kota di Indonesia, GYC memiliki tim reportase yang siap melaporkan kegiatan-kegiatan kepemudaan maupun berkaitan dengan isu lingkungan yang akan/sedang dijalankan di kampus maupun kotanya masing-masing. Publikasi berupa artikel, foto, dan video akan ditampilkan di situs resmi GYC, sehingga pengujung bisa mengetahui perkembangan di kota lain di Indonesia dan adanya lintas interaksi dan komunikasi antar anak muda se-Indonesia.

Selain melalui media sosial, GYC juga memiliki newsletter sendiri lho yang diterbitkan setiap bulan memuat berbagai informasi seputar: perkembangan kegiatan GYC, berita terbaru seputar isu lingkungan dan kepemudaan, dan informasi bermanfaat lainnya, seperti: info kompetisi, beasiswa, acara, dan kegiatan anak muda lainnya!

..

GYC Monthly Newsletter 

Dalam melakukan kampanye dan sosialisasi isu-isu diatas, GYC pun menerbitkan newsletter setiap bulan dimulai dari bulan Agustus 2011 lalu! Penerbitan newsletter ini mendapatkan sambutan sangat baik oleh seluruh kalangan. Belum lebih dari 3 minggu pasca penerbitan, newsletter telah dilihat oleh lebih dari 300 orang. Cek koleksi newsletter kami: disini.

.

Media Coverage

Selain menerbitkan newsletter bulanan, GYC juga aktif menerbitkan artikel di sejumlah media cetak, seperti Media Indonesia, Kompas, dan The Jakarta Post dan melakukan sosialisasi di beberapa radio ibukota. Cek aja arsipnya disini.

.

Juru Bicara/Presenter Lingkungan!

Selain berkampanye melalui tulisan, GYC juga membentuk tim presenter yang nantinya akan menjadi perwakilan GYC untuk memberikan orasi/pidato/presentasi di seminar/konferensi/workshop yang mengundang GYC sebagai narasumber. Saat ini, GYC sedang bernegoisasi dengan salah satu radio di kawasan Jakarta untuk merancang program talkshow sendiri dimana presenter-presenter GYC ini nantinya akan menjadi narasumber dan pengisi talkshow di setiap eposidenya.

Jadi, divisi ini dibuka untuk anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang media, berbakat di bidang jurnalisme (menulis), atau berbicara di depan publik (public speaking), maupun broadcasting.

.

Digital Communications (DIGICOMM)

Digital memainkan peran sangat penting dalam tubuh GYC sebagai center of information and communication technology. Banyak kegiatan kampanye dan propaganda GYC yang mengandalkan media online, sehingga keberadaan tim DIGICOMM menjadi sangat vital pula dalam kepengurusan organisasi ini.

Tim DIGICOMM akan bertanggung jawab penuh dalam mengatur situs resmi GYC dan memberikan update secara berkelanjutan, mempromosikan kegiatan-kegiatan GYC di akun media sosial, seperti: Twitter, FacebookYoutube, dan Milis (subscribe to: garudayouthcommunity@yahoogroups.com).

Selain itu, DIGICOMM turut membantu tim Secretary (SC) dan Human Resources (HR) dalam menyimpan data-data resmi GYC dalam media online, sehingga divisi lain dapat turut mengakses dan jalur komunikasi di internal kepengurusan GYC menjadi lebih efesien.

Divisi ini dibuka untuk kamu yang memiliki kapabilitas di bidang IT/ICT.

.

Human Resources (HR)

GYC tidak hanya organisasi yang bergerak untuk melakukan kampanye, konservasi dan penyelamatan lingkungan, namun juga sebagai organisasi mandiri yang bergerak untuk memberdayakan anak muda. Fungsi pemberdayaan anak muda ini menjadi tugas HR, dimana HR akan menyelenggarakan pelatihan di dalam internal kepengurusan GYC untuk peningkatan kualitas kompetensi masing-masing anggota GYC.

Selain itu, HR bertugas untuk merancang kebijakan untuk menjadi standar prosedur kerja bagi seluruh divisi dan anggota di GYC,  memonitoring perkembangan setiap divisi yang ada di GYC dengan menegakan prinsip reward and punishment untuk setiap kemajuan dan keterlambatan/pelanggaran yang terjadi.

Divisi ini hanya dibuka untuk kamu yang tertarik di bidang kebijakan, legal, dan administrasi organisasi.

.

CARA BERGABUNG DAN KONTAK GYC

- Fiks banget!! Gue kudu ikutan GYC. Bukan anak muda gaul binti eksis kalau gue masih anak muda yang nggak peduli sama isu sosial-lingkungan. Iya, nggak??? Key, jadi supaya bisa ngehits bareng kalian, gue kudu ngapain nih sekarang?

Mudah saja! Untuk bisa bergabung dengan GYC, kamu cukup kirimkan CV/biodata kamu (usahakan isi data diri secara lengkap ya, agar kami tahu profil mengenai kamu secara lengkap) DAN esai tentang mengapa kamu tertarik bergabung dengan GYC (sertakan juga secara spesifik divisi yang kamu inginkan) ke: contact@gycforchange.org

Kami pasti akan segera menghubungi kamu setelah menerima aplikasi pendaftaran dari kamu. Jika belum ada kabar, kamu bisa langsung kontak kami melalui email di atas atau mention kami di twitter (@GYCforChange) untuk megetahui status aplikasi kamu.

 .

 - Apakah ada kriteria khusus untuk bisa jadi anggota genk ciamik GYC?

Siapapun – TANPA TERKECUALI – bisa bergabung dengan GYC dan menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan-kegiatan komunitas ini. Diprioritaskan yang masih berusia muda 15 – 35 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk yang sudah lebih senior untuk bergabung dengan GYC. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu GYC meraih visi dan misinya – termasuk dengan kamu mengubah kebiasaan diri dan keseharian kamu untuk lebih peduli terhadap lingkungan sudah menandakan kamu menjadi bagian penting dari perubahan yang diinisiasikan GYC lho!

.

- Kalau temen eke mau gabung juga tapi doski sudah punya klub lingkungan sendiri di komplek rumah/sekolah/kampus/kantornya, apakah bisa bergabung dengan GYC?

 Of course, they’re so welcomed! Kami menyambut baik organisasi lingkungan manapun yang tertarik untuk bergabung menjadi GYC. Indeed, it will be more possible to achieve the target when strong collaboration is tied together in it. Silahkan kontak kami jika kamu tertarik untuk bekerjasama.

..

- Nggak kerasa deh kita udah berabad-abad ngobrol bareng. Gini aja deh Sis and Bro, kalau misalnya masih ada yang gue mau tanyain, bagaimana ya cara menghubungi GYC?

Kami menyediakan lama ‘Contact Us‘ dalam situs ini dimana kamu bisa meninggalkan pesan secara langsung kepada kru GYC. Ada juga berbagai cara lainnya yang bisa kamu gunakan agar bisa berhubungan dengan kami:

contact@gycforchange.org (Email) |@GYCforChange (Twitter) | 

GARUDA Youth Community (Facebook) | GARUDAYouthCommunity (Youtube) |

Untuk pengajuan kerjasama, silahkan hubungi perwakilan kami secara langsung di alamat e-mail: sirly@gycforchange.org (Media Partner) dan merry@gycforchange.org (Sponsorship). Jangan lupa cc ke contact@gycforchange.org juga ya!

Kamu tinggal pilih cara mana yang menurut kamu paling mudah, nyaman, dan aman! Kru kami akan selalu siap merespon setiap pesan yang kamu kirim untuk kami :)

Advertisement