Tentang GARUDA Youth Community (GYC)
“Older men declare war. But, it is the youth that must fight and die.” – Herbert Hoover (1874 – 1964)
PROFIL
GARUDA Youth Community (GYC) merupakan organisasi pemberdayaan kepemudaan yang bergerak di bidang konservasi dan penyelamatan lingkungan melalui aksi kampanye & propaganda, riset & pengembangan, dan proyek pemberdayaan masyarakat (community empowerment) berbasis kewirusahaan berwawasan lingkungan (social enterprise).
TUJUAN
GARUDA Youth Community (GYC) sebagai pionir sekaligus platform pemberdayaan anak muda Indonesia untuk mewujudkan pencapaian MDGs dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“To be th pioneer as well as platform of youth empowerment to achieve Millenium Development Goals (MDGs) and sustainable development in Indonesia.”
.
GYC berdiri dengan tujuan untuk mengasah kepekaan dan meningkatkan partisipasi anak muda Indonesia dalam melakukan perubahan melalui pengembangan potensi, bakat, dan kemampuan yang disalurkan dalam bentuk proyek pengabdian masyarakat dan lingkungan yang difokuskan di tiga lini pergerakan: edukasi (pendidikan), advokasi (kampanye) dan teknologi (engineering).
Dengan melakukan kegiatan berlandaskan pada tiga pilar pergerakan tersebut, GYC berharap dapat mewujudkan impian menjadi pionir sekaligus platform pemberdayaan anak muda Indonesia untuk mewujudkan pencapaian MDGs dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui program-program sosial yang dilakukannya saat ini.
PROGRAM
GYC menjalankan beragam program konservasi dan penyelamatan lingkungan yang dijalankan melalui aksi kampanye & propaganda, riset & pengembangan, dan proyek pemberdayaan masyarakat (community empowerment) berbasis kewirusahaan berwawasan lingkungan (social enterprise).
.
1) Community Empowerment & Social Enterprise
Untuk kegiatan social enterpise, GYC memiliki sebuah desa binaan yang terletak di kawasan pinggiran Jakarta. Disini, GYC menjalankan program kewirausahaan berbasis pemberdayaan masyarakat berjangka panjang. Program ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian dan peningkatan taraf kualitas hidup masyarakat desa Pondok Bambu, Cilincing yang berkelanjutan dengan mewujudkan kegiatan usaha skala kecil menengah berbasis potensi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat.
Bentuk pemberdayaan yang dilakukan GYC untuk kelompok masyarakat di Pondok Bambu Cilincing berbasis pada kegiatan kewirausahaan dengan mengandalkan potensi lokal yaitu sumber daya alam di lokasi sekitar berupa produksi kerang yang berlimpah dan ketrampilan warga setempat dalam mendayagunakan kulit kerang menjadi kerajinan tangan.
Berangkat dari potensi ini dan berlandaskan pada tujuan kegiatan yang telah dijabarkan di halaman sebelumnya, GYC telah memulai sebuah kegiatan pembinaan sekaligus pemberdayaan masyarakat yang dinamakan kelompok binaan “Kreasi Laut”.
Berangkat dari fungsi kehadiran bank di tengah masyarakat sebagai lembaga intermediasi dan penyimpanan uang, GYC mengadopsi sistem tersebut dan mengembangkannya ke dalam sebuah program penampungan sampah berbasis insentif ekonomi yang dinamakan “Bank Sampah Kreasi Laut”.
Melalui badan usaha ini, warga dapat memperoleh insentif tambahan dengan menukarkan limbah kulit kerang dengan sejumlah uang tunai berdasarkan satuan massa limbah kulit kerang yang dikumpulkan.
Setelah limbah kulit kerang dikumpulkan, selanjutnya kelompok binaan ‘Kreasi Laut’ ini melakukan pemberdayaan limbah menjadi material utama untuk pembuatan produk-produk kerajinan dan kesenian. Saat ini, kami telah memanfaatkan potensi sumber daya alam ini untuk memproduksi: kotak tisu, tirai, ornamen/pajangan rumah, dan aksesoris wanita, seperti: kalung, gelang, dan bandana.
Untuk menjamin pemberian insentif yang diberikan kepada peserta pembinaan memberikan manfaat baik untuk perbaikan taraf hidup keluarga dan dapat berkelanjutan, GYC menjalankan program “Microinsurance”. Program ini dimaksudkan agar keuntungan yang diperoleh warga dari program “Bank Sampah” dan “Usaha Kerajinan Kulit Kerang” dapat disalurkan untuk solusi atas kebutuhan biaya untuk dana pendidikan anak maupun kesehatan seluruh anggota keluarga sekaligus tabungan di jangka panjang.
2) Campaign & Propaganda
Berbicara tentang advokasi dan kampanye, secara khusus, GYC mempropagandakan dua isu unggulan, yaitu: “Konsumen Cerdas” dan “Kampus Hijau”.
.
“Konsumen Cerdas” merupakan program GYC yang berbasiskan kampanye online. Program ini hadir melalui situs (weblog) dan akun di jejaring sosial Twitter untuk mengisi kebutuhan terhadap sumber informasi mengenai produk maupun jasa yang beredar di Indonesia. Situs ini akan memuat informasi mengenai jejak karbon, siklus sosial, hingga kisah di balik proses manufaktur dan distribusi produk-produk yang beredar di pasaran.
Kedepannya, kampanye perlindungan konsumen “Konsumen Cerdas” tidak hanya dihadirkan dalam bentuk situs dan akun di jejaring sosial, namun juga dalam bentuk on air talkshow di radio, dan publikasi artikel di sejumlah media cetak lokal dan nasional.
.
Forum Kampus Hijau Indonesia
Selain “Konsumen Cerdas”, GYC juga mempopulerkan kampanye “Forum Kampus Hijau Indonesia”. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perguruan tinggi dalam melakukan konservasi dan penyelematan lingkungan kampus masing-masing. Kampanye ini dihadirkan dalam bentuk online yaitu situs dan akun di jejaring sosial Twitter serta bentuk offline, yaitu pengadaan perhelatan konferensi nasional yang digelar pada tanggal 26 – 28 November 2010 di UNS, Solo.
.
Young Green Leaders Award
Program dua tahunan ini diselenggarakan untuk memberikan apresiasi untuk pelajar tingkat sekolah menengh atas yang telah melakukan inisiatif untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan disekolahnya. Program ini diawali dengan edukasi tentang kepemimpinan sekaligus kesadaran lingkungan bagi pelajar SMA sebagai generasi penerus bangsa kepada lebih dari 700 pelajar di berbagai sekolah di Jabodetabek.
Tidak hanya memberikan edukasi saja, kami turut menggelar perlombaan bagi seluruh pelajar SMA/sederajat se-Jabodetabek untuk melakukan perubahan bagi lingkungan di sekolahnya yang dinamakan “Young Green Leaders Award”. Disini, peserta diberikan tantangan untuk melakukan perubahan bagi lingkungan sekolah mereka selama 3 minggu. Tiga proyek terbaik dengan hasil perubahan paling signifikan akan mendapatkan sejumlah uang tunai dan gelar juara 3 besar penghargaan ini.
.
Dalam melakukan kampanye dan sosialisasi isu-isu diatas, GYC pun menerbitkan newsletter setiap bulan dimulai dari bulan Agustus 2011. Penerbitan newsletter ini mendapatkan sambutan sangat baik oleh seluruh kalangan. Belum lebih dari 3 minggu pasca penerbitan, newsletter telah dilihat oleh lebih dari 300 orang.
Selain menerbitkan newsletter bulanan, GYC juga aktif menerbitkan artikel di sejumlah media cetak, seperti Media Indonesia, Kompas, dan The Jakarta Post dan melakukan sosialisasi di beberapa radio ibukota.
.
3) Research & Development
Untuk kategori riset, GYC sedang fokus untuk melakukan dua kajian penelitian, yaitu pengolahan limbah kulit kerang menjadi produk kerajinan tangan dan aksesoris wanita serta pendayagunaan limbah kulit jeruk menjadi sabun mandi ramah lingkungan.
Riset ini sejalan dengan bentuk pengabdian masyarakat (community empowerment) yang akan dijalankan GYC di daerah Pondok Bambu, Cilincing, dimana sebagian masyarakat di daerah tersebut menggantungkan hidup dari hasil budidaya kerang hijau.
Selain itu, GYC sendiri juga mengadakan program pengembangan kompetensi dan kapabilitas bagi anggota-anggotanya melalui program rutin setiap bulan yang dinamakan ‘GUYS’: (G)YC (U)pgrades (Y)our (S)kills.
GUYS merupakan program pelatihan dan pemberdayaan potensi dan bakat untuk kru besar GYC yang diadakan oleh divisi ‘Human Resources’ (HR) setiap bulannya bersamaan dengan Monthly Meeting. Di setiap edisinya, GYC mengangkat tema yang tentunya unik dan beragam.
Beberapa nama-nama tersohor, seperti: Leonardo Kamilius (Pendiri Koperasi Kasih Indonesia), Yunus Kuntawi (Pakar Social Media), juga bahkan dari praktisi seperti Nanang Siswanto (Senior Brand Manager, PT Unilever Indonesia Tbk) pernah mengisi GUYS di edisi sebelumnya.
.
PROFIL LENGKAP
GARUDA Youth Community (GYC) merupakan organisasi pemberdayaan kepemudaan yang bergerak di bidang konservasi dan penyelamatan lingkungan melalui aksi kampanye, propaganda, riset, dan proyek pemberdayaan masyarakat (community empowerment) berbasis kewirusahaan berwawasan lingkungan (eco-preneurship).
GYC bergerak secara independen, nirlaba dan dijalankan keseluruhan oleh anak muda. GYC didirikan oleh David Immanuel Sihombing pada tanggal 2 Februari 2010 di Universitas Indonesia (UI). Awalnya, GYC berdiri sebagai komunitas mahasiswa UI yang fokus dalam mengkampanyekan gaya hidup hijau di lingkungan kampus.
Beragam program telah dilakukan baik taraf lokal maupun nasional, seperti Fun Bike, Pameran Karya Daur Ulang Limbah, Festival Hari Bumi, Konferensi Nasional Lingkungan bekerjasama dengan UNS dan Pemerintah Kota Solo, serta Lomba karya Tulis Ilmiah Nasional “Penataan Jakarta sebagai Water Front City Berwawasan Lingkungan” bekerjasama dengan Jakarta Water Front City Research Centre.
Setelah setahun berjalan, GYC mulai mengembangkan sayap ke ranah lebih luas: nasional. Kini, GYC berdiri dengan tujuan untuk mengasah kepekaan dan meningkatkan partisipasi anak muda Indonesia dalam melakukan perubahan melalui pengembangan potensi, bakat, dan kemampuan yang disalurkan dalam bentuk proyek pengabdian masyarakat dan lingkungan yang difokuskan di tiga lini pergerakan: edukasi (pendidikan), advokasi (kampanye) dan teknologi (engineering).
Wajah baru GYC ditandai pula dengan hadirnya partisipasi dari universitas di luar UI, seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Tarumanegara (UNTAR), Universitas Bakrie, Sekolah Bisnis PPM, Universitas BINUS, Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Gunadarma, Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan masih banyak lainnya. Kini, GYC pun hadir di tiga kota, Jakarta, Bandung, dan Surabaya serta direncanakan pula hadir di kota-kota lainnya.
Dalam melakukan konservasi dan penyelamatan lingkungan sekaligus pemberdayaan potensi dan bakat anak muda Indonesia, GYC melakukan kegiatan yang mencakup: kampanye, riset dan pengembangan masyarakat.
Saat ini, GYC sedang menjalankan program social enterprise melalui pemberdayaan limbah kulit kerang hijau yang selama ini tidak diberdayakan oleh masyarakat setempat. Pemberdayaan dilakukan dengan melakukan prinsip Ekonomi Hijau, dimana warga dibiarkan untuk memperoleh insentif berupa uang tunai dan investasi pendidikan/kesehatan jika menukarkan limbah kulit kerang hijau yang dimiliki di program Bank Sampah GYC dan terlibat dalam kegiatan daur ulang limbah tersebut.
Tidak hanya mendapatkan profit dari hasil penjualan limbah kulit kerang hijau di Bank Sampah GYC dan dari hasil penjualan barang olahan kulit kerang hijau, warga juga mendapatkan insetif berupa tabungan kesehatan yang berasal dari simpanan dari sebagian hasil profit penjualan barang olahan.
Berbicara tentang advokasi dan kampanye, secara khusus, GYC mempropagandakan dua isu unggulan, yaitu: “Konsumen Cerdas” dan “Kampus Hijau”.
“Konsumen Cerdas” merupakan program GYC yang berbasiskan kampanye online. Program ini hadir melalui situs (weblog) dan akun di jejaring sosial Twitter untuk mengisi kebutuhan terhadap sumber informasi mengenai produk maupun jasa yang beredar di Indonesia. Situs ini akan memuat informasi mengenai jejak karbon, siklus sosial, hingga kisah di balik proses manufaktur dan distribusi produk-produk yang beredar di pasaran.
Kedepannya, kampanye perlindungan konsumen “Konsumen Cerdas” tidak hanya dihadirkan dalam bentuk situs dan akun di jejaring sosial, namun juga dalam bentuk on air talkshow di radio, dan publikasi artikel di sejumlah media cetak lokal dan nasional.
Selain “Konsumen Cerdas”, GYC juga mempopulerkan kampanye “Kampus Hijau”. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perguruan tinggi dalam melakukan konservasi dan penyelematan lingkungan kampus masing-masing. Kampanye ini dihadirkan dalam bentuk online yaitu situs dan akun di jejaring sosial Twitter serta bentuk offline, yaitu pengadaan perhelatan konferensi nasional yang digelar pada tanggal 26 – 28 November 2010 di UNS, Solo.
Dalam melakukan kampanye dan sosialisasi isu-isu diatas, GYC pun menerbitkan newsletter setiap bulan dimulai dari bulan Agustus 2011. Penerbitan newsletter ini mendapatkan sambutan sangat baik oleh seluruh kalangan. Belum lebih dari 3 minggu pasca penerbitan, newsletter telah dilihat oleh lebih dari 300 orang.
Selain menerbitkan newsletter bulanan, GYC juga aktif menerbitkan artikel di sejumlah media cetak, seperti Media Indonesia, Kompas, dan The Jakarta Post dan melakukan sosialisasi di beberapa radio ibukota.
Untuk kategori riset, GYC sedang fokus untuk melakukan dua kajian penelitian, yaitu pengolahan limbah kulit kerang menjadi produk kerajinan tangan dan aksesoris wanita serta pendayagunaan limbah kulit jeruk menjadi sabun mandi ramah lingkungan.
Riset ini sejalan dengan bentuk pengabdian masyarakat (community empowerment) yang akan dijalankan GYC di daerah Pondok Bambu, Cilincing, dimana sebagian masyarakat di daerah tersebut menggantungkan hidup dari hasil budidaya kerang hijau.
Kegiatan riset pemberdayaan kulit jeruk sebagai alternatif sabun untuk rumah tangga juga diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan pencemaran air di kawasan sungai Ciliwung yang sebagian besar disebabkan oleh limbah rumah tangga, khususnya limbah cair hasil buangan dari kegiatan MCK.
Dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial lingkungan di atas, GYC berharap dapat mewujudkan impian menjadi pionir sekaligus platform pemberdayaan anak muda Indonesia untuk mewujudkan pencapaian MDGs dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui program-program sosial yang dilakukannya saat ini.
Kegiatan kampanye dan propaganda, riset multi-disiplin tentang isu lingkungan dan pemberdayaan anak muda, dan program social entreprise berbasis eco-preneurship sebagai bentuk pengabdian masyarakat merupakan kegiatan utama GYC yang dijalankan secara berkelanjutan.
contact@gycforchange.org | www.gycforchange.org | @GYCforChange (Twitter) |
GARUDA Youth Community (Facebook) | GARUDAYouthCommunity (Youtube)
.
[download id="4" format="1"]







